Search This Blog

Translate

Labels

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Batik

Written By safrullah.cm on 7.30.2012 | 22.07

Motif Flower Combination

Modern Sample

some of sample ornamen nusantara
simetris flowers combination
can be see on the chair and table classic on java, gate and big gate, wall decorate, carving, painting, batik motif and the other.

Classic Sample


22.07 | 0 komentar | Read More

NUSANTARA

Written By safrullah.cm on 2.13.2012 | 06.03


Kita tahu jika kata Nusantar diperdengarka akan langsung menunjuk pada suatu bangsa yaitu Indonesia. Kata yang terasa empuk didengar dan diucapkan. Kata ini digunakan untuk menunjukkan kekayaan negeri. Misalnya kekayaan budaya. Kepercayaan, bahasa, kesenian, moral, dan ilmu semuanya banyak berkembang disetiap penjuru negeri.
Bidang kesenian misalnya,  banyak lagu-lagu, tarian-tarian dan hasil rupa bangsa ini yang ternyata tidak kalah indah jika dibandingkan dengan kesenian dari belahan dunia lain. Kekayaan ini berkembang sesuai dimana dan latar ia berada. Bisa dikatakan kesenian Indonesia berkembang dari kesenian daerah-daerah. Secara otomatis kesenian ini sangat kental dengan unsur suku-suku bangsa. Sehingga nuansa estetik kebudayaan Indonesia sangatlah berwarna. Akan tetapi perbedaan yang terjadi memiliki kesamaan ciri pada setiap pulaunya atau bisa disebut Dualisme Dwitunggal (Soetarno, 2002).
 Misalnya pada segi ornamen karya seni rupa nusantara yang amatlah beragam dan nuansa keindahan yang kuat pada setiap pelosok negeri.
Kehadiran ornamen pada suatu karya memiliki tiga fungsi :
1.     Fungsi Estetis (keindahan)
2.     Fungsi Simbolis (makna)
3.     Fungsi Konstuktif (membangun)
Yang sangat membedakan hasil karya nusantara dengan kesenian lain adalah pada fungsi ornament nomer dua. Dan dari fungsi inilah dualism dwitunggal telihat diseluruh negeri. Umumnya fungsi simbolis yang berkembang mengandung makna religi dan pesan-pesan moral bagi masyarakat tersebut. Contohnya pada suku Toraja, awalnya hanya mengenal empat motif yaitu :

1. Pa’ Barre Allo: berbentuk lingkaran yang menggambarkan benda angkasa(matahari), melambangkan kepercayaan kepada Tuhan sang pencipta dan Penatur segalanya.
2. Pa’ Manuk Londong : melukiskan ayam jantan, melambangkan adat-istiadat yang harus dipatuhi.
3. Pa’ Tedong : terlukiskan pengayaan kepala kerbau, melambangkan kemakmuran dan kekayaan.
4.  Pa’ Sussuk : oranamen jalur-jalur panjang(horizontal atau vertical), maksudnya kedudukan manusia adalah sama di mata Tuhan.

Pa’ Barre Allo

Pa’ Barre Allo

Pa’ Manuk Londong & Pa’ Tedong

Pa’ Tedong

Pa’ Sussuk
Selain itu motif kala, gambaran kepala raksasa atau banaspati biasanya pada pintu-pintu candi maupun motif patung kala yang utuh lengkap dengan badan yang nampak duduk dengan membawa gadha merupakan symbol penolak bala. Motif naga, kura-kura, katak dll debagai symbol dunia bawah(tanah). Motif ikan melambangkan dunia air. Motif burung sebagai roh yang terbang menuju dunia atas. Motif biawak juga disimbolkan sebagai penjelmaan roh nenek moyang. Lain halnya dengan motif dua ekor naga yang saling bertolak dan kedua ekornya saling melilit yang ada pada Gerbang Kemagangan kompleks Keraton Yogyakarta. Ornament ini dapat dibaca sebagai titimangsa berdirinya keratin( Dwi Naga Rasa Tunggal= 1682 j = 1756 M) dan sebagai symbol konsep manunggaling kawula-gusti(bersatunya raja dan rakyat). Sedang sepasang naga yang beradapan pada tembok depan pintu masuk pada salah satu nbangunan keratin dimaksudkan agar tamu yang datang berbelok ke kanan(laki-laki) dank e kiri(perempuan).
dwi naga rasa tunggal (1682 J = 1756 M)
Indonesia kaya akan makna, Indonesia kaya akan simbol, dan semoga cipta, rasa, dan karsa warga Indonesia tidak pernah surut untuk Indonesia lebih maju.
06.03 | 0 komentar | Read More
 
berita unik